 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 | Siaran Pers 1.12.2011 |
|
|
|
Indonesia Serukan Pentingnya Kemitraan Dengan UNIDO untuk Pembangunan Industri Berkelanjutan
Revolusi Industri untuk mendukung pembangunan berkelanjutan menjadi tema utama yang diusung dalam Sidang General Conference sesi ke-14 United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) di Wina, Austria dari tanggal 28 November - 2 Desember 2011.
Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk organisasi internasional di Wina, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyampaikan pentingnya kemitraan dengan UNIDO untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia. Kemitraan tersebut dilaksanakan melalui pelaksanaan berbagai proyek dan program kerjasama pada tiga area tematik prioritas yakni pengentasan kemiskinan melalui aktifitas produksi, peningkatan kapasitas perdagangan dan pembangunan energi dan lingkungan hidup. Pembangunan industri berkelanjutan yang bersifat inklusif adalah salah satu kunci utama dalam aspek pembangunan berkelanjutan, yang meliputi tiga dimensi yakni lingkungan hidup, ekonomi dan sosial.
Beberapa program kerjasama antara Indonesia dan UNIDO hingga saat ini antara lain meliputi sektor energi terbarukan untuk pemanfaatan gelombang air laut sebagai sumber energi; optimalisasi system dan efisiensi energy; pengurangan Hydro-Chloro-Fluoro-Carbon (HCFC) berdasarkan Konvensi Protokol Montreal; dan pembangunan kapasitas di Maluku.
Sidang telah dibuka secara resmi oleh Wakil Kanselir merangkap Menteri Luar Negeri Austria, Michael Spindelegger, dan Direktur Jenderal UNIDO, Kandeh K.Yumkella. Michael Spindelegger menyampaikan apresiasi Austria atas berbagai program dan proyek yang dikembangkan oleh UNIDO di bidang pembangunan industri berkelanjutan, serta peran UNIDO sebagai partner for prosperity bagi negara-negara anggotanya.
Dirjen UNIDO menekankan kembali mengenai industri hijau untuk pembangunan berkelanjutan, dan mendukung pelaksanaan perekonomian hijau. Penekanan juga diberikan pada isu energi, terutama untuk peningkatan akses energy global yang dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan global.
Selama pelaksanaan sidang, secara parallel berlangsung pula berbagai round-table discussion dan forum mengenai isu-isu industri, perekonomian hijau, pengentasan kemiskinan, strategi diversifikasi ekonomi untuk pengentasan kemiskinan, investasi di bidang industri dan teknologi, partisipasi kaum muda dalam pembangunan industri, dll. Forum dimaksud menghadirkan pembicara dari berbagai pakar dan akademisi, dan mendapatkan perhatian yang besar dari para peserta sidang.
UNIDO merupakan organisasi PBB yang aktif mempromosikan program-program pembangunan industri berkelanjutan. Dalam melaksanakan mandatnya, UNIDO memegang visi Delivering as One UNIDO dan Partner for Prosperity. Program-program yang dilakukan juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tahun 2012 yang telah ditetapkan oleh PBB sebagai International Year of Sustainable Energy for All.
Sidang yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini diikuti oleh 174 negara anggota, dan dihadiri oleh berbagai kalangan yang terdiri atas para kepala pemerintahan, menteri, perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat,perwakilan diplomatik, akademisi, pakar dan praktisi di bidang industri, energi dan lingkungan hidup, dll.(rmw)
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Sdr. Yulastiawarman Zakaria/ Sdri. Rahmawati Wulandari KBRI / PTRI Wina Telp. +431 476 23 ekst. 34 / 44.
|
|
Siaran Pers 2.12.2011 Siaran Pers 26.11.2011
|
|
 |
 |
 |
 |
|
 |